Tips Sukses Budidaya Cabai Rawit

Senin, Juli 18th, 2016 - Perkebunan

Budidaya Cabai Rawit – Banyak jenis cabai tumbuh di Indonesia, salah satunya cabai rawit (latin : Capsium frutescens). Termasuk dalam genus Capsicum dan sebagai varietas dengan bentuk buah lebih kecil daripada varietas lainnya (panjang 2 smapai 4 cm), cabai rawit memiliki rasa cukup pedas dengan skala kepedasan mencapai 50.000 hingga 100.000 skala Scoville.

cabe-rawit-budidaya

budidaya cabai rawit

Karena harga cabai yang semakin merangkak naik sebanding dengan banyaknya kebutuhan akan cabai di pasaran-terkadang menjadi sangat langka alias susah ditemukan di pasar, budidaya cabai rawit bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Terlebih membangun bisnis usaha budidaya cabai rawit bisa dilakukan dengan mudah di rumah, juga sebagai usaha sampingan. Potensinya sangat besar dalam memperoleh keuntungan.

Mendirikan usaha budidaya cabai rawit bisa menggunakan sistem tanam media Polybag atau pot plastik – sistem ini juga disebut sebagai perkebunan Holtikultura Modern. Apalagi rata-rata semua jenis cabai rawit layak tanam di iklim Indonesia.  Panennya pun sepanjang tahun, tak kenal musim tertentu. Pada umumnya, budidaya cabai rawit memiliki resiko yang lebih rendah dibanding budidaya cabai besar, salah satu resiko yang bisa ditekan adalah serangan hama. Tanaman cabai rawit lebih tahan serangan hama dibanding tanaman cabai besar.

 

Budidaya Cabai Rawit :

Berikut ini ulasan tips sukses budidaya cabai rawit :

Benih Cabai Rawit Varietas Unggulan

Pilihlah benih cabai rawit hibrida, meski varietas hibrida biasanya hanya ditemukan pada cabai besar. Pastikan kualitasnya bagus, sehingga panennya lebih meyakinkan.

Penyemaian Sebelum Tanam Polybag

Agar tanaman cabai rawit lebih maksimal pertumbuhannya, sebaiknya sebelum menanamnya dalam Polybag, semaikan benih cabai rawit kualitas unggul pada sepetak tanah. Bisa juga menggunakan media wider tray yang ditaruh tanah didalamnya. Pastikan pula sinar matahari yang cukup dan pengairan yang teratur pada tanaman. Siram setidaknya 2 hari sekali.

Baca Juga :   Cara Menanam Sayur di Lahan Sempit

Setelah tumbuh batang dalam waktu 2 minggu setinggi kira-kira 10-15 cm, angkat tanaman sekaligus akarnya, perlahan agar akar tidak patah, dan pindahkan ke dalam polybag.

Tanam Dalam Polybag

Tips budidaya cabai rawit berikutnya adalah penyiapan bahan sebelum tanam cabai rawit pada polybag. Siapkan tanah gembur ata top soil, pupuk kandang atau kompos, dan polybag diameter 30 cm. Kemudian pindahkan batang cabai rawit hasil semaian benih ke dalam polybag secara perlahan. Dan terus perhatikan penyinaran matahari yang cukup serta pengairan yang teratur.

Perhatikan tips budidaya cabai rawit saat proses tanam pada polybag :

budidaya cabai rawit

budidaya cabai rawit

  • Gunakan pupuk organik cair, dan semprotkan pada daun dan buah selama masa pertumbuhan. Gunakan sehari sekali,
  • Sekurang-kurangnya 3 hari sekali, tanaman cabai rawit pada polybag disirami air biasa. Namun bila musim kemarau tiba, matahari pun bertambah terik, maka sirami tanaman cabai rawit setiap hari sekali.
  • Sebaiknya gunakan anti hama alami sebagai penangkal serangan hama, jika diperlukan. Usahakan untuk tidak memakai pestisida.

Anda bisa memanen cabai rawit setelah 2 bulan masa tanam. Jenis yang paling baik dan menghasilkan rasa pedas yang mantap adalah ketika cabai rawit sudah berwarna merah cerah atau setidaknya masih terdapat garis hijau pada buahnya. Mudah, bukan?

Tips Sukses Budidaya Cabai Rawit | Kelompok Tani | 4.5
Leave a Reply