Cara Menanam Hidroponik Untuk Pemula

Selasa, Juli 19th, 2016 - Hidroponik

Cara Menanam Hidroponik Untuk Pemula – Hidroponik merupakan solusi tepat bertanam pada lahan sempit. Terlebih saat ini sistem tanam hidroponik lebih sempurna dibandingkan 10 tahun lalu. Cara menanam hidroponik pun telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga lebih efisien tenaga serta waktu untuk bertanam. Bagi anda yang berminat untuk bertanam dengan sistem hidroponik, ulasan berikut ini bisa membantu anda mengenal tentang bertanam dengan hidroponik.

Sebelum membahas cara menanam hidroponik lebih lanjut, tidak ada salahnya untuk mengenal arti dari hidroponik sebenarnya. Kata hidroponik secara terminologi berasal dari kata hydro (air) dan ponous (kerja). Secara garis besar, hidroponik—atau hydroponic dalam bahasa Yunani—berarti cara bertanam dengan menggunakan media air bernutrisi. Melihat dari artinya, hidroponik merupakan solusi bertanam ramah lingkungan.

Cara Menanam Hidroponik pemula

Hydroponics vegetable

Kelebihan bertanam dengan hidroponik adalah tidak menggunakan tanah, hama dan penyakit lebih mudah dikendalikan, hasil tanam unggul, hemat pupuk, dan tentu saja cocok untuk lahan sempit. Berikut adalah beberapa cara menanam hidroponik untuk pemula yang perlu diketahui.

Cara Menanam Hidroponik

Hidroponik Menggunakan Substrat

Ide dari teknik substrat ini adalah menggunakan media yang dapat mengikat air sebagai media tanam. Substrat bisa dipilih dari arang sekam, serbuk sabut kelapa, serbuk gergaji, gambut, batu apung, juga pasir. Teknik substrat merupakan cara menanam hidroponik pertama yang dikembangkan di Indonesia. Substrat berfungsi menyerap aerasi, nutrisi serta air untuk tumbuh kembang tanaman.

Bentuk serta ukuran media tanam menentukan keberhasilan media substrat. Semakin kecil ukuran pori, bentuk tidak beraturan substrat semakin mendukung kemampuan substrat untuk mengikat air, mendukung aerasi, menyimpan nutrisi tanaman. Ukuran ideal partikel substrat adalah 0,59mm. Substrat jenis ini sangat mendukung bertanam hidoponik jangka panjang.

Baca Juga :   Hilangkan Stress Dengan Bercocok Tanam

Hidroponik Sistem Wick

Sistem wick (sumbu) adalah cara menanam hidroponik paling sederhana bertanam dengan hidroponik. Ide utamanya adalah menggunakan sumbu untuk menghantarkan unsur hara dan air pada tanaman. Akar tanaman tidak langsung terbenam pada air bernutrisi di bawahnya melainkan ditahan pada media tumbuh, misalnya rockwool, stereofoam. Sumbu dibenamkan pada air bernutrisi dan dihubungkan ke atas pada tanaman.

Beberapa jenis sayur sangat cocok dibudidayakan menggunakan sistem sumbu, seperti Kangkung, Bayam, Pakcoy, serta Sawi. Tanaman sayur buah seperti Tomat juga baik ditanam menggunakan teknik sumbu. Tomat memerlukan lebih banyak nutrisi juga air untuk tumbuh. Sebaiknya air reservoir diganti lebih sering. Cara menanam hidroponik sistem sumbu sangat ramah lingkungan. Barang bekas seperti botol plastik, gelas plastik bisa didaur ulang sebagai tempat media tanam.

Hidroponik Sistem NFT

Hidroponik Nutrient Filem Technique (NFT) adalah cara menanam hidroponik menggunakan sistem aliran air secara terus menerus pada tanaman. Wadah/ media yang digunakan bisa berbentuk wadah panjang besi anti karat, pralon panjang juga media lainnya yang tahan lama. Cara menanam hidroponik yaitu dengan mengalirkan air yang diperkaya nutrisi secara berkesinambungan dan terkonrol. Aliran air hanya mengalir dangkal pada pralon atau wadah tanam untuk membasahi daerah akar. Lambat laut pada daerah akar akan terbentuk lapisan nutrisi yang menunjang tumbuh kembang tanaman.

Cara Menanam Hidroponik Untuk Pemula | Kelompok Tani | 4.5
Leave a Reply